Showing posts with label IDKS. Show all posts
Showing posts with label IDKS. Show all posts

Jun 2, 2012


Info tentang bahasa udah, wisata udah, kuliner juga udah. . . . Mmmm. . . . apalagi yach. . . . . . tenang aja sobat webiner yang udah setia banget stay in my blog, karena yang 1 ini semuanya udah tau. Jadi sobat ngga perlu tanya ke sana kemari karna denger satu kata dari namanya aja sobat udah tau semua. Coba tebak siapa hayo. . . .? KLUnya tentang sejarah, lebih spesifik lagi nama salah satu pahlawan kemerdekaan, jangan pada nebak nama ku yach. . .hehehehe. . .
Nah . . . tuh mantap banget jawabannya . . .  tentang JENDRAL SOEDIRMAN.
Ya iyalah kan judulnya emang itu jadi bener ngejawabnya. . hahaha. .
Dari pada adu jawaban mana yang bener, mending kita langsung aja yuk nyimak yang satu ini.
Gedung Monumen Jendral Soedirman
Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman berada di pintu masuk kota Purwokerto dari arah barat tepatnya di sebelah timur Sungai Logawa, lebih tepatnya lagi di Jalan Dr. Soeparno No.24 Purwokerto. Monumen ini terdiri dari dua lantai. Pada lantai bawah berisi foto-foto perjuangan Panglima Besar yang berasal dari Cilacap (tetangga Banyumas) ini dalam merebut Yogyakarta kembali sebagai ibukota Indonesia (pada saat itu) dari kolonial Belanda. Sedangkan pada lantai dua berisi relief sejarah bangsa Indonesia dalam Perang Kemerdekaan 1945 dan Patung Jenderal Soedirman sedang duduk di atas punggung kuda yang terbuat dari perunggu seberat 5,5 ton dengan tinggi 4,5 meter. Waww. . .gagah banget yaa. . Subhanalloh… :)
Selain sebagai sarana wisata pendidikan dan sejarah, bagi sobat penggemar burung berkicau bisa juga nih nyalurin hobi ngikut lomba burung berkicau atau sekedar nyaksiin keseruannya aja. Lomba burung berkicau ini udah jadi agenda rutin di Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman yang digelar setiap bulan pada minggu keempat.
Oke banget kan sob . . . . di daerah ku juga rasa Nasionalis-nya tinggi banget loh, buktinya banyak banget monumen-monumen pahlawan yang didirikan di daerahku, kapan-kapan aku ceritain lagi yach. . . .  Kalo sobat lewat jalan Purwokerto, khususnya di pintu masuk Purwokerto yang dari arah barat jangan lupa tengok kanan ya, kali aja aku pas lagi di situ… mau minta tumpangan… hehehe…. maksudnya biar kita bisa belajar bareng lagi tentang cerita dan keistimewaan Banyumas. Oke sob. . .
Posted by Nasyiatun Niswah On 7:52 PM 2 comments READ FULL POST

Sobat ngapak. . . . jangan pernah bosen yach main ke blog ku, soalnya bakal rugi banget deh kalo nggak main ke sini tiap hari, soalnya di sini sobat bisa updet segala sesuatu yang baru tentang Banyumas, nah. . . . buat sobat yag bukan ngapak juga jangan mau kalah. . . soalnya di Banyumas banyak buanget dah yang kudu sobat tau, seperti bahasanya, wisatanya, kulinernya dan lain-lain. Kalo tentang masyarakatnya sih sobat bisa liat aku nih. . . . asli Banyumas banget nggak kalah deh sama daerah Korea sana. . hehehehe. . . maklum lagi demam Suju inih jadi bawaannya Korea melulu..
            Oh iya . . . sobat… hari ini aku mau ceritain tentang Banyumas lagi yaitu tentang MUSEUM BRI. Nah kalo di tempat sobat pasti yang namanya BRI itu buat nyimpen duit iya kan. . . kalo di Banyumas bukan tempat buat nyimpen duit ataupun nyairin duit. . . .
Gedung Museum BRI
Mau tau kan. . .ya udah nih langsung aja disimak. . monggoh. . .
Nggak hanya Mandiri yang memiliki Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Jakarta. tetapi Bank Rakyat Indonesia juga memiliki Museum di Purwokerto. Museum ini didirikan pada 16 Desember 1895 oleh Patih Aria Wirjaatmadja dan diresmikan 19 Desember 1990 oleh direktur utama BRI pada saat itu..
Perlu sobat tau nih. . bahwa sebelum berganti nama menjadi BRI, dulu bernama “De Purwakertosche Hulp-en Spaar Bank der Inlandsche Bestuur Ambtenaren” L susah yaa ngeja kalimat bahasa itu…. Kalimat gampangnya Bank Priyayi yang hanya mempunyai satu kantor kecil… Yang jelas dalam kalimat tersebut terdapat kata Purwokerto, jadi bisa dikatakan bahwa di kota inilah cikal bakal berdirinya BRI seperti yang kita tau sekarang cabangnya merambah ke seluruh wilayah Negeri ini. .
Relief di Museum BRI
Museum Bank BRI mempunyai gedung 2 lantai, yang berisi lengkap mata uang dari jaman ke jaman, mulai jaman VOC Belanda, Portugis Timor Timur, masa Majapahit, hingga mata uang modern seperti yang kita pegang saat ini. Selain itu, di museum ini juga disimpan alat-alat perbankan yang umum digunakan. Wahhh…. Ada mas-mas ganteng yang biasa jaga di teller nggak yah….. hehehe
            Hayyoooo……. Pada melotot aja liat banyak uang dipamerkan gitu…. Haha….. mau buat apa sih punya uang banyak…mending ditabung aja buat masa depan kita kelak. . Oke sob. .
Ayo nabung dan berwisata ke museum BRI Purwokerto.
Terimakasih…
Posted by Nasyiatun Niswah On 7:52 PM No comments READ FULL POST

Sobat ngapak dan semua webiner yang setia update di Serba-Serbi Banyumas. . . kali ini aku akan ajak sobat semua lebih mendalami dunia per-Banyumasan. . hahahaha. . .
oke sob. . . dari awal banget aku udah janji nggak akan ada bosennya ngenalin ke-khasan daerah ku yaitu Banyumas.. Sobat semua ada yang dari luar Banyumas nggak nih. . . bagi-bagi dong serba-serbinya biar nggak cuma sobat aja yang makin cinta Banyumas, tapi aku juga pengen tau juga tentang serba-serbi daerah kalian. . . .
Seni Ebeg Banyumasan
Baiklah. . . berhubung janji udah terucap jadi langsung aja ni. . . aku ajak kalian bermain adegan seru, tapi tenang aja sob nggak berbahaya kok. . seru loh. . mau tau kan, namanya EBEG alias KUDA LUMPING, permainan ini hanya dimiliki oleh Banyumas, di luar negeri sana nggak bakal ada sob. . . . . makin penasaran kan….. ayoooo. . . . langsung aja kita simak di sini. . .
Ebeg adalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang menyebutnya jathilan di Yogyakarta atau juga reog di Jawa Timur.
Tarian ini disebut ebeg karena tentunya menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping ditelinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Jumlah penari ebeg 8 orang atau lebih, 2 orang berperan sebagai penthul-tembem, seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, 7 orang lagi sebagai penabuh gamelan, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 18 orang atau lebih. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng.
Aksi Para Pemain Ebeg
Tarian ebeg ini termasuk jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran/halaman rumah yang cukup luas. Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 – 4 jam. Peralatan untuk Gendhing pengiring yang dipergunakan antara lain kendang, saron, kenong, gong dan terompet. Selain peralatan Gendhing dan tari, ada juga ubarampe (sesaji) yang mesti disediakan berupa bunga-bungaan, pisang raja dan pisang mas, kelapa muda (dawegan), jajanan pasar, dan lain-lain.
Untuk mengiringi tarian ini selalu digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti ricik-ricik, gudril, blendrong, lung gadung, dan lain-lain. Yang unik, di saat pagelaran yaitu saat terjadinya trans (kerasukan/mendem) para pemainnya biasa memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya, mengupas kelapa dengan gigi, makan padi dari tangkainya, bara api, dan lain-lain. Sehingga menunjukkan kekuatan ke-Satria-nya. . Pas banget tuh buat slogan kota ku “Banyumas Satria”. . :)
Itu dulu ya sob yg bisa q bagi buat kalian. . . pokoknya kalo sobat pengen tau banyak tentang daerah ku datang aja ke rumah ku pasti akan aku sambut kalian dengan senang riang gembira. . .haha…. jangan lupa juga ya sob buat ikutin terus updet-an info tentang Banyumasnya di sini http://nasyiatun.blogspot.com.
Salam. . . .
Posted by Nasyiatun Niswah On 7:51 PM No comments READ FULL POST

Ngomong-ngomong sobat pasti suka sama yang namanya music klasik kan, karena bikin kita tenang kalo didengerin, kalo aku denger musik itu rasanya kaya lagi terbang ke langit ke tujuh,.. membelah angkasa….. memasuki era tahun 1630an, hehehehe. . . padahal era 40an aja aku ga tau . .
            Di Banyumas juga ada loh sob kesenian music klasik yang ga rapuh termakan oleh waktu, sampe skarang permainan dan instrument musiknya masih asli masih utuh dah pokoknya, orang-orang banyumas menyebutnya dengan nama GENDHINGAN., kesenian ini udah tua banget loh keberadaanya sampe-sampe aku nggak bisa ngitung, hehehe. . .
            Kalo mau tau lebih lanjut tentang kesenian ini bisa langsung ke tempat aku sob, Banyumas tentunya., nah buat sobat yang nan jauh di sana, yang belum sempet ke daerah ku nggak boleh pesimis karena semua serba-serbi Banyumas ada di sini, kayak kesenian yang satu ini yaitu GENDHINGAN.
Gendingan khas lagu-lagu Banyumas sangat mewarnai berbagai kesenian tradisional Banyumasan, bahkan dapat dikatakan menjadi ciri utamanya, apalagi dengan berbagai hasil kreasi barunya yang mampu menampilkan irama Banyumasan serta dialek Banyumasan. Ciri-ciri khas lainnya antara lain mengandung parikan yaitu semacam pantun berisi sindiran jenaka, iramanya yang lebih dinamis dibanding irama Yogya-Solo bahkan lebih mendekati irama Sunda. Wah… nggak hanya orang Betawi aja ya yang suka main pantun kayak yang ditayangin di tivi-tivi, ternyata masyarakat Banyumas juga. Makin berkembang deh wawasan kebudayaan kita sob.
Peralatan Gendhingan
Adapun isi syair lagu gendhing pada umumnya mengandung nasihat, humor yang menggambarkan keadaan daerah Banyumas serta berisi kritik-kritik sosial kemasyarakatan. Alat yang digunakan untuk memainkan lagu-lagu gendhing Banyumasan bisa berupa gamelan biasa ataupun gamelan calung bambu. Pokoknya kalau denger langsung, asyik deh sob…
            Waduh . . . . . kok pada ikut joged sih sob, hehehehe. . . .
Gimana, beneran asyik banget kan musiknya. . . aku aja sampe ikutan jogged nih. . . :D
            Ayo. . . . . terusin jogednya. .  ajak teman sebanyak-banyaknya biar makin meriah. . .
Posted by Nasyiatun Niswah On 7:50 PM No comments READ FULL POST

May 28, 2012


Ketemu lagi ni sama sobat ngapak. . . trimakasih yaa kalian setia banget nemenin aku di sini (PEDE BEUD) . .heheheh. . ngomong-ngomong kayaknya ada yang lagi laper ni. . tuh suara hatinya sampe sini. . . . maksudnya suara hati q yang kdengeran lagi lapar :( sobat smua ada yang laper juga nggak. . .?? yuk temenin q makan di Banyumas, enak banget loh sob. . . coba tebak apa menu andalan kota ku???. . . . . . ada yang tau ga nui. . .
Yapp… bener banget SROTO, kok sobat udah tau duluan. . . . pastinya dong Banyumas kan udah mendunia gitu loh. . . ya kan sobat. . Dari pada kita lama-lama disini mending langsung aja yuk sob aku ajak kalian semua menjelajah aneka kuliner di Banyumas, terutama sroto satu ini yang nggak boleh sobat lewatkan untuk mencicipinya. . udah nggak sabar kan. . . . . ini dia. . .
Nikmatnyyyaaa...... SROTO Banyumas
Satu lagi makanan berkuah yang berasal dari Banyumas, SROTO. Nama ‘Sroto’ ini bagaikan pelesetan lain lagi; sebenarnya ini adalah varian lain dari makanan yang sama yaitu SOTO. Entah mengapa sampai huruf ‘R’ bisa terselip di sana. 
Pada hakikatnya jenis makanan yang dinamakan soto, sayur bening, sayur lodeh, sayur asem, bakso, bisa dimasukkan dalam kategori jenis makanan sup-supan. Di Negeri kita sendiri dikenal makanan soto dengan berbagai ragam variasinya. Ada soto Makasar yang disebut coto, ada soto mie Betawi, soto Semarang, soto Lamongan, soto Banjar, soto Kudus, soto sulung, dan ada lagi, SOTO BANYUMAS yang dikenal dengan nama SROTO.

Warung Sroto Banyumas di Yogyakarta
Ternyata Sroto Banyumas tidak hanya ada di Banyumas, Purwokerto, Purbalingga, dan sekitarnya. Kita juga bisa menikmatinya di dekat sini sob, tepatnya di Warung Sroto Banyumas “Mboke Inyong” yang beralamat di Jalan Raya Wates, Dusun Taunan, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Warung ini dikelola oleh suami istri asli dari Purwokerto, Ibu Wari (56 tahun) dan suaminya, Untung Sunaryo (60 tahun).

Sroto Banyumas agak berbeda dengan soto-soto pada umumnya. 1 porsi Sroto Banyumas terdiri dari potongan ketupat, suwiran daging ayam atau bisa juga daging sapi, bihun, krupuk warna-warni, tauge, bawang merah goreng, irisan muncang, kuah kaldu ayam kampung, dan sambal kacang yang dihaluskan. Dari semua itu, irisan ketupat, krupuk warna-warni, dan sambel kacang yang tidak dapat ditemukan pada hidangan jenis soto di luar Banyumas.

Sambal kacang dalam Sroto Banyumas tidak diletakkan tersendiri atau di pinggir mangkuk melainkan langsung dicampur menyatu dengan kuahnya. Dengan demikian kuah Sroto Banyumas kelihatan agak kental dan berwarna cokelat muda. Kuah yang demikian ini memberikan citarasa yang berbeda dibandingkan dengan jenis-jenis soto lainnya. Rasa gurih kacang yang dihaluskan dan berpadu dengan kuah dari kaldu ayam kampung terasa lembut di ujung lidah.
Pelengkap lain yang memang sudah menjadi pasangan serasi sroto Banyumas adalah mendoan. Mendoan Banyumas juga jarang ditemui di Jogjakarta, tapi di warung makan ini kita bisa menikmatinya.
1 porsi sroto+pelengkapnya
Oh iya sobat, harga Sroto Banyumas cukup murah lho, terjangakau buat anak-anak kos-an kayak kita ini. Harga 1 porsi sroto sekitar Rp 6.000,-, kemudian untuk mendoan Rp 1.000,- per potong. Udah hemat… nikmat lagi…

Ham . . . . mantap buanget kan sob sotonya. . . bener-bener deh ini sroto terenak yang pernh aku coba. Wah . . . . sobat pasti pengen banget nyoba yach. . . buruan ke sini mumpung aku lagi nunggu ini warung. . heheheheh. . maksudnya lagi nunggu dibungkusin buat oleh-oleh keluarga, soalnya rugi banget kalo nggak bawa ini buat keluarga.
Yuk. . . makan. . . .!
Posted by Nasyiatun Niswah On 10:58 PM No comments READ FULL POST

Benerkan… nggak akan ada bosannya deh wisata ke Banyumas, dan buat sobat semua nggak bakal rugi kalau sobat sekalian mau tau semua tentang Banyumas.
Oh iya sobat… minggu-minggu yang lalu udah banyak banget kan membantu menambah wawasan kalian terutama tentang Banyumas… daerah gue tuh… hehehe..
            Seperti janji ku sob, aku akan terus ceritakan tentang Banyumas, baik itu tradisi, kuliner, wisata, pokoknya semmuuaa deh… bahkan kalau perlu aku kasih tau semua tentang aku…. Ihiiirrrrrrr…. :)
            Baiklah, kalau gitu aku kasih tau satu lagi tentang wisata di kabupaten ku. Dan wisata kali ini bener-bener sob bisa nenangin ati kita, nggak kalah deh sama tempat lain, mau tau??????? Ini dia. . . . .
pintu gerbang Masjid Saka Tunggal
MASJID SAKA TUNGGAL, lengkapnya Masjid Saka Tunggal Baitussalam. Masjid ini terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Masjid Saka Tunggal menjadi unik karena berbeda dengan masjid lainnya, yaitu hanya ada 1 tiang di bagian tengah masjid… Kok nggak roboh yaaaaa???!#
Saka Tunggal atau satu tiang
Nama masjid tersebut berasal dari bahasa Jawa yaitu teridiri dari dua kata “Saka” dan “Tunggal”.  Saka berarti tiang dan Tunggal berarti satu. Tiang ini dikelilingi oleh kaca, sehingga sobat tidak bisa menyentuh langsung kayu yang menjadi bahan tiang, tapi tenang aja kaca ini transparan kok, jadi sobat bisa tetap melihat berbagai corak ukiran kayu yang mengelilingi tiang, dan juga beberapa informasi penting terkait masjid.
Salah satu informasi penting di tiang tersebut adalah tentang tahun pendirian masjid, yaitu pada tahun 1288 M. Jika tahun tersebut memang benar, maka Masjid Saka Tunggal bisa dikatakan sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia. Waww… Lebih tua dari kakek buyut kita yah…
Sebelum memasuki kawasan masjid, di tengah-tengah jalan sobat disambut oleh kawanan monyet-monyet kecil yang berkeliaran meminta makanan dan minuman. Karena itulah, di pintu masuk, disediakan kacang yang bisa dibeli sobat buat ngasih makan monyet-monyet tersebut. Hitung-hitung sedekah sama monyet… tambah nilai ibadah kan…
Di masjid ini terdapat beberapa ruang. Halaman masjid cukup luas untuk menampung beberapa kendaraan. Di depan halaman masjid, terdapat ruang wudhu dan kamar mandi yang terlihat cukup modern. Ruang Imam dan mimbar untuk khutbah menempati ruangan tersendiri, dan ditutup kain, nggak tau karena apa mungkin untuk menjaga agar tidak berdebu.
Saat memasuki ruang utama masjid begitu terasa sejuk karena memang bangunannya terdiri dari banyak kayu yang memenuhi dinding-dindingnya dengan ventilasi yang memadai. Bedug masjid ada di bagian samping, sehingga saat bedug itu ditabuh pada saat waktu sholat tiba, terdengar kuat. Sholat dan beribadah di masjid ini, terasa suasana mistik-spiritual yang sangat kental.
Masjid Saka Tunggal
            Alhamdulillah yah……… :)
Seneng deh ngeliat wisata religius ke Masjid Saka Tunggal… pada keliatan bersinar-sinar tuh face-nya.. “ya iyalah…. apa sih yang nggak bikin orang-orang tenang kalau wisata ke Banyumas….” :) pisssssssss……….
            Ada satu kebaikan yang sobat pancarkan setelah tau tentang Masjid Saka Tunggal, dan ada satu poin bertambah pula buatku dengan kunjungan kalian ke blog ini……… hehehe……
Trimakasih……..
Posted by Nasyiatun Niswah On 5:52 PM No comments READ FULL POST

May 25, 2012


Buat sobat yang gampang bosen wisatanya itu-itu aja, aku ada solusi nih… pokoknya dijamin ajiiibbbb. . . . .
Mau tau kan solusinya???
Asrinya alun-alun kota ku

Iya…… tepat banget jawaban sobat semua yaitu wisata ke Banyumas. Tapi tenang aja sob wisata yang satu ini..wuihh, , , nggak ada tandingannya…bener-bener hemat banget,. apalagi buat sobat semua yang hobinya nongkrong, kongkow-kongkow, ngumpul-ngumpul, tempat ini tepat banget sob, lebih tepat lagi kalau malam Minggu ke tempat ini…… hihiy… pokoknya menarik deh….. udah asyik, murah, meriah lagi…
Daripada penasaran, langsung aja monggoh dibaca semua tentang yang satu ini biar sobat semua nggak ragu lagi datang ke tempat ini..
Letak alun-alun yang strategis
ALUN-ALUN PURWOKERTO… ya, dari namanya sudah jelas, tempat ini berada di pusat kota Banyumas yaitu Purwokerto. Alun-alun pada umumnya berupa hamparan luas dengan rerumputan menghijau serta lampu-lampu yang menyala meriah saat malam tiba. Eitttss….. tapi sobat jangan salah, ada 1 hal yang menjadikan alun-alun ini istimewa dan berbeda dengan alun-alun di kota lain yaitu adanya sebuah TV raksasa yang super duper bessarr bin akbar… Ups… maaf…. alay dikit nggak apa-apa kali ya… hihi…. Yang jelas bisa nyantai banget, serasa nonton tv di rumah sendiri namun dengan nuansa bioskop yang identik dengan orang banyak dan layar lebar.
TV SUPERRR BESARR

Nahh,… buat sobat semua yang suka narsis, dan hobi mengabadikan moment-moment indah seperti keceriaan, kenyamanan, kedamaian, kebersamaan dan kehangatan yang tercipta di tempat ini, sobat bisssa banget langsung meng-upload-nya ke social media karena di sini juga terdapat hotspot area, gratisssss….. pokoknya sobat nggak perlu repot-repot beli pulsa modem dulu deh. :) Kalau tempatnya udah nyaman, indah, pasti mudah deh nyari inspirasi, bisa kan itu sekalian disalurin di blog, mumpung hotspot gratissss… hehe… anak kampus banget ya, sukanya gratisan… :)
Keramaian dan keceriaan di malam hari

            Banyak banget kan poin plus nya…. Sobat bisa seneng liat keramaian kota, merasakan kesejukan karena rerumputan hijau, menciptakan keakraban dengan orang-orang terdekat, dan satu lagi sobat masih bisa juga tetep ngeksis+gratis lagi… nggak rugi deh pokoknya…. Rekreasi assik nggak harus mahal kan….
Salam,
Banyumas Satria
Posted by Nasyiatun Niswah On 6:39 AM 3 comments READ FULL POST

Apr 4, 2012


Tradisi Begalan Banyumas
Banyumas ngga cuma punya jajanan khas dan wisata yang bagus sob, tapi juga punya tradisi yang unik. Salah satunya adalah BEGALAN. Tradisi yang satu ini asli. . . .  Cuma ada di Banyumas, beneran dah ngga ada di daerah manapun. Dari namanya “BEGALAN” tentu sobat udah bisa nebak maknanya kan . .?
Aksi Begalan
 . . . . . . ya, benar sekali tebakan sobat kalo diartikan secara bahasa “weh. . . resmi banget kaya lagi ngajar SMA ya” hehehe. . . Asal katanya yaitu BEGAL, kemudian ada imbuhan AN menjadi kata kerja BEGALAN, kalo dalam bahasa resmi artinya PEMBEGALAN alias PERAMPOKAN. Tapi sobat ngga perlu khawatir dan takut karena pembegalan di sini ngga kaya yang sobat bayangin, nggak ada yang harus terluka juga. Buktinya aku masih waras slamet sampe sekarang ini yang notabene aku pernah nonton langsung begalan tersebut waktu pernikahan Om ku, 6 tahun lalu…
Kemudian kalo sobat bertanya apa sih uniknya tradisi ini..?? Terutama pada sesi terakhir ada keunikan tersendiri dari penonton yang bergerumun melihat tradisi ini…. Mau tau..??? Pembahasannya akan aku uraikan di bawah ini, kalo ada sobat yang lebih tau tentang begalan, aku tunggu klarifikasinya ya..
Begalan merupakan simbol bergantinya status keperjakaan seorang laki-laki menjadi suami. Tapi tidak diperuntukkan bagi semua laki-laki, cuma buat laki-laki sulung dan bungsu aja. Begalan ini dimainkan oleh dua orang laki-laki yang mewakili kedua pihak pengantin, dari pengantin laki-laki disebut Jurutani dan Suradenta dari pihak pengantin perempuan.
Brenong Kepang
            Jurutani memikul brenong kepang yaitu peralatan dan kebutuhan rumah tangga yang dipikul, antara lain: ilir, cething, kukusan, saringan ampas, tampah, serokan, enthong, siwur, irus, kendhil, wangkring, berbagai macam ubi-ubian, buah-buahan, kembang tujuh rupa, beras kuning, pisang raja, pisang emas, dan telur ayam kampung. Sedangkan Suradenta membawa pedang mainan (bukan pedang yang tajam itu lhoh ya…) yang disebut wlira, pedang mainan ini terbuat dari belahan pohon pinang, dan pedang ini yang digunakan untuk membegal.
            Tradisi ini menjadi sempurna karena perpaduan antara seni suara, seni lawak dan seni tari. Seni suara diperoleh dari alunan musik gendhing yang mengiringi kedua pemain saat berdialog, melawak, menari, dan berperang kecil-kecilan. Cukup menegangkan sih, tapi ngga menakutkan kok sobat…. Soalnya dalam tradisi ini disampaikan nasehat melalui barang bawaan brenong kepang tadi, antara lain:
·         Ilir (kipas yang terbuat dari anyaman bambu) mengandung nasehat: dalam mengarungi rumah tangganya yang baru, sepasang suami istri harus mampu membedakan antara pergaulan yang baik dan yang buruk dalam bermasyarakat.
·         cething (tempat untuk menaruh nasi) mengandung nasehat: dalam hidup bermasyarakat sepasang suami istri harus mempunyai tatanan, sehingga tidak berbuat semaunya sendiri.

Dan………Ini nih yang ditunggu-tunggu penonton. Pada sesi terakhir, penonton memperebutkan peralatan dan kebutuhan rumah tangga yang dibawa kedua pemain begalan. Masing-masing penonton pasti udah mengincar barang-barang yang diinginkan sejak awal… Hihii…. Lucu deh kalo liat pada berebut gitu…sampe dorong-dorongan….. awas… hati-hati terjatuh yaa…. :)
Seru banget kan sobat begalan itu, tapi di era sekarang ini tradisi begalan sudah sangat sulit kita jumpai, jadi kalo ada sobat yang pengen nonton langsung agak susah mencarinya.. Sementara liat foto-fotonya dulu aja yaa.......

Posted by Nasyiatun Niswah On 12:43 AM No comments READ FULL POST

Mar 30, 2012



Seperti kata banyak orang sob, pokoknya ngga akan ada habisnya kalo bahas tentang kota tercinta BANYUMAS. Selain bahasanya yang unik, kuliner yang menggiurkan lidah, satu lagi yang ngga kalah penting dan menariknya yaitu wisatanya sob…
Sobat ngapak pasti tau tentang Cipendok, buat yang non-ngapak ngga perlu khawatir karena yang ng’klik http://nasyiatun.blogspot.com satu detik langsung jadi sobat ngapak.. :) So….. jangan khawatir ketinggalan info tentang serba serbi Banyumas.
Kembali ke topik, Cipendok yaitu curug alias air terjun… brrrr….. langsung kebayang seperti apa sejuknya kan…. Satu lagi sob, kita bisa liat pelangi setiap saat. Indahnya……
Penting banget infonya buat kalian yang suka sejuk-sejuk, yaa…itung-itung nambah wawasan dan kecintaan wisata Banyumas. Tua muda bahkan anak-anak wajib baca yang satu ini..
            Curug Cipendok terletak di desa Karang Tengah, Cilongok, Banyumas. Curug ini tingginya sekitar 98 meter sob.. woww….. tinggi banget ya.. Di sekitar area ini percikan air dari ketinggian yang subhanalloh tersebut serasa sedang hujan lokal.
Suasana di tempat ini terasa sangat sejuk, selain karena airnya juga udaranya yang jelas masih segar, jauh dari polusi dan justru berlimpah oksigen dari pepohonan yang ada. Seperti yang kita ketahui menurut ilmu biologi oksigen sangat dibutuhkan untuk pernafasan kita. Nah, buat yang selalu hidup bercampur dengan polusi, seperti kita-kita ini yang selalu melintasi jalan raya untuk menyebrang ke kampus, WAJIB banget buat ng’refresh kesehatan pernafasan kita di Curug  Cipendok ini. :)
Yang ngga kalah indahnya, di area ini setiap saat kita bisa melihat P.E.L.A.N.G.I… Nah lhoo,… jangan-jangan ada bidadari dari kayangan langit sono tuh….hehe…tapi yang jelas secara ilmu fisika pelangi itu terjadi jika ada percikan air dari ketinggian dan terkena sinar matahari sebelum sampe di bumi tempat kita berpijak……. Gitu sih kalo ngga salah teori pelangi jaman PUTIH ABU-ABU dulu….. :)

Bener kan sob, terasa banget sejuknya berkunjung ke Curug Cipendok.
Penasaran?? pengen tau aslinya. . . ??
Yukk, wisata ke Banyumas…. Aku siap jadi guide kalian….
Tapi, tiket masuknya bayar sendiri-sendiri ya… Cuma Rp.5000 kok, kalo hari Minggu Cuma Rp.9000.. Hemat….dan pasti bbrrrrrr………….. :)

Posted by Nasyiatun Niswah On 9:03 PM 1 comment READ FULL POST

Kripik tempe - Purwokerto, Banyumas
Kalo sobat pernah jalan jalan ke kota Purwokerto tentu tidak akan asing lagi dengan jajan alias oleh-oleh KRIPIK TEMPE, karena di sini pusatnya sob . .
Terlalu samar kalo aku ngga nyebutin Purwokerto itu mana, ibu kota Banyumas. .  Lagi-lagi aku ngga bosen-bosennya mengupas Serba Serbi Banyumas.
Kota kripik tempe ini bukan hanya nenek moyang kita yang tau, kalo sobat tanya sama personil Band Supernova, “asalnya dari mana mas??” pasti mereka menjawab dengan kompak “dari kota kripik tempe”. . . . hehehe. . .  mantap kan. . begitu tenarnya Purwokerto dengan sebutan tersebut.
Tapi di sini aku ngga bahas kotanya sob, tapi akan mengupas habis tentang kripik tempenya. Kalian  penasaran??? ayo jalan-jalan ke kota Purwokerto. . . Eittss. . . tapi ngga ada ruginya baca dulu postinganku ini…
Kripik tempe adalah bentuk olahan lain dari kacang kedelai. Di Banyumas memang tempatnya, selain dibuat olahan tempe mendoan juga dibuat kripik tempe. Tempe mendoan adalah tempe yang digoreng setengah matang dan agak tebal, sedangkan kripik tempe adalah tempe yang diiris sangat tipis kemudian digoreng kering, sehingga kalau digigit terdengar bunyi “kriukk-kriukk”. Dan kripik tempe ini tentu aja tahan lama, jadi jangan khawatir.

Irisan tipis tempe
Langkah awal untuk membuat kripik tempe tentu saja memilih kedelai yang bagus, sehingga ketika divermentasi untuk menjadi tempe tidak terasa pahit. Selain itu, kedelai yang bagus juga memudahkan ketika mengiris tipis-tipis.

Setelah diiris tipis, kemudian dicelupkan ke dalam adonan tepung encer yang telah dicampur dengan bumbu rahasia. Bumbu rahasia seperti apa itu????? Berkunjung langsung aja ya ke kota Purwokerto biar langsung bertanya sama pedagangnya.. hehe…

Proses menggoreng kripik tempe
Langkah selanjutnya yaitu menggorengnya ke dalam minyak yang telah panas. Setelah warna berubah kecoklatan lalu angkat dan tiriskan sehingga terpisahlah minyak dengan kripik tersebut. Sobat pasti udah pengen nyicipin ya……???? Tunggu dulu sebentar, paling ngga sampe 2 menit, biar lidah kita ketika mencicipi kripik tersebut tidak sakit kepanasan.



Selamat menikmati………



Posted by Nasyiatun Niswah On 8:35 PM 2 comments READ FULL POST
Buat sobat ngapak tentu udah ngga asing lagi dengan istilah JENANG JAKET. . .  itu lho. . makanan khas Banyumas yang terbuat dari tepung beras ketan, santan, gula, dan lain lain. Pokoknya ennnnak banget…..
Nah . . . . buat sobat yang sama sekali belum tau tentang jenang jaket, kaya sobat yang bukan asli Banyumas atau bahkan sobat yang sama sekali belum pernah dengar istilah jenang, jangan khawatir karena di sini akan aku kupas tuntas tentang jenang jaket.
Oke sob, langsung aja,.. monggoh disimak . . . .
Proses Pembuatan Jenang Jaket
Istilah jaket merupakan singkatan dari jenang asli ketan. Ketan yang dipakai untuk jenang jaket adalah ketan hitam dan sama sekali tidak dicampur dengan beras biasa. Sedangkan untuk bahan pemanisnya adalah gula jawa. Tak heran jika jenang jaket memiliki rasa yang khas. Selain empuk dan rasa manisnya yang pas, jenang ini berorama wangi manggar atau kembang kelapa karena gula jawa tersebut yang terbuat dari deresan kelapa.
            Seiring berkembangnya zaman, serta permintaan pelanggan yang bervariasi, kini jenang jaket tersedia dalam tiga macam rasa yaitu natural atau rasa asli jenang jaket, dan ada pula yang dicampur dengan wijen atau juga durian. Sehingga rasa gurih pun berpadu dengan manisnya jenang.
Kemasan Jenang Jaket
Jenang jaket banyak ditemui di Kelurahan Mersi yang berada di Kecamatan Purwokerto Timur. Atau juga di Kampung Monggang Sari, Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Banyumas. Harga satu dus berisi 10 potong jenang dengan wijen Rp 8.000,- sedangkan untuk rasa natural hanya Rp 7.000,- cocok untuk oleh-oleh kan….. murah meriah….. kalo yang ingin membeli untuk kebutuhan dalam jumlah banyak misalnya seserahan pernikahan, jenang ini dapat dibeli per kilogramnya dengan harga Rp 22.000,-
Konon katanya, jenang  jaket asli Banyumas ini banyak diburu bukan hanya di pasar domestik, namun juga oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Yaa, mungkin untuk sedikit mengobati kerinduan mereka terhadap kampung halaman tercinta… :)
Jenang Jaket asli Banyumas
Gimana nih sobat... terasa banget kan nikmatnya jenang jaket asli Banyumas yang cocok untuk segala macam suasana. Mungkin itu aja dulu pembahasan tentang jenang jaket, buat sobat yang mau pesen jangan SMS aku ya. . . hehehehehe. . . . . .datang langsung aja ke kota ku tercinta Banyumas Satria… :)
 
trimakasih . . .
Posted by Nasyiatun Niswah On 8:02 PM No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Labels